Sejak reformasi bergulir, kehidupan demokrasi di masyarakat mengalami perkembangan signifikan. Bahkan terkadang sampai kebablasan. Semisal tidak dapat menahan diri akibat dikritik terlalu tajam. Akibatnya adu otot pun menjadi jalan sering dipilih sehingga terjadi perpecahan. Padahal adanya kritik merupakan suatu kewajaran untuk lebih baik di masa mendatang. Hal demikian yang dianut personil band Hello untuk menjaga kekompakan.
Memang terdengar aneh tapi pengakuan tersebut dilontarkan salah satu anggotanya yang jago memencet tuts keyboard, Gavet, di Hard Rock Cafe.
"Agar kompak selalu kita selalu saling ejek, menghina tapi dengan dagelan Jawa sehingga apa adanya. Cara ini cukup ampuh untuk bagi Hello agar koreksi diri masing-masing," ungkapnya, Jumat (25/2).
Seperti diketahui band Hello merupakan band yang berasal dari Yogyakarta, di mana masyarakatnya dikenal suka apa adanya. Sehingga tak heran bila personil Hello menjadikan ejek mengejek untuk mempererat rasa kesamaan di antara mereka termasuk kali pertama mengerjakan album rekaman di salah satu kontrakan mereka.
"Wah, bikinnya dulu album pertama di ruang kontrakan yang tak seberapa luas tapi dengan begitu proses kreatif kita mengalir. Berbeda dengan album kedua yang dikerjakan di studio beneran," imbuhnya.
yah,,, yah,,, itu yang buat aku heran !!
ada - ada ja yang selalu membuat mataku terbelalak karena sifat mereka
itukah yang di maksud berbagi (bukandnya artinya terlalu mekso)
g tau lagi y bagi para Hellovers lainya
bukand niat cari sensasi ini hanya opini aja
yah muga - muga di denger di denger syukur g di dnger y ALHAMDULILLAH
tapi y g mungkin khand di baca BIASA ORANG SIBUK
hohohoh sekian dari aquh makasih,,,,
Hello Band
Jumat, 09 April 2010
apa di kata semua enggak sebaik dikira
Diposting oleh bilang say hello di 08.05
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar